E Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Masa Depan (Natural Science and Technology of the Future) .. 192 BAB 9 PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Ilmu alamiah dasar atau disebut IAD ini dapat dianalogikan seperti pohon besar. Akar dan pohonnya sebagai ilmu alamiah dasar, sedangkan cabang-cabangnya itulah bentuk
Denganadanya dukungan/pengawasan dari keluarga dan lingkungan sekitar, setidaknya bisa mengurangi dampak dan pengaruh dari game online ini. Sehingga generasi penerus ini tidak terhanyut dalam perkembangan teknologi yang nantinya bisa merusak masa depan mereka, bahkan bangsa kita ini.
Masalah ilmu sosial dan Humaniora di Institut Teknologi Bandung masuk ke dalam topik riset unggulan DRN (top down assignment). Khususnya pada integrasi antara komisi teknologi informasi dan komisi ilmu sosial dan humaniora DRN. • Kolaborasi internal di ITB untuk 3 jenis teknologi (mapan, bakalan, masa depan) melalui kerja sama antar-KK.
Diharapkandengan begitu astronot manusia di masa depan bisa dilengkapi dengan radioresistance bahkan mungkin di tingkat biologis. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk menyampaikan pentingnya investasi dalam penelitian di bidang radiobiologi, biogerontologi, pengobatan regeneratif, dan kecerdasan buatan sehingga solusi tersebut dapat berguna di masa depan.
Kebudayaan ilmu dan teknologi berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Perkembangan kebudayaan, ilmu, dan teknologi itu membuat bahasa juga ikut berkembang. Sakri mengemukakan bahwa setiap bahasa alamiah memiliki kemampuan untuk berkembang ke seluruh arah dan menyesuaikan diri dengan tuntutan komunikasi.2 Keadaan ini berlaku, apabila
1 Biogas dapat digunakan sebagai pembangkit listrik rumah tangga. 2. Mengurangi ketergantungan untuk menggunakan gas LPG. 3. Mengurangi Pencemaran 4. Energi biogas dapat berfungsi sebagai energi pengganti bahan bakar fosil sehingga akan menurunkan gas rumah kaca di atmosfer. Dampak Negatif Penggunaan Biogas : 1.
. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat-perangakat mesin, seperti computer, kendaraan, handphone, dan lain sebagainya. Dalam kehidupan dewasa ini tidak terlepas dari ilmu alamiah dan terapannya berupa teknologi dalam berbagai bidang. Misalnya sejak dalam kandungan manusia mendapat perawatan secara medis melalui pemeriksaan berkala ke BKIA atau puskesmas. Setelah lahir, mendapat vaksinasi untuk memperoleh kekebalan terhadap berbagai macam penyakit, jika sakit mendapat pemeriksaan dokter dan memperoleh obat dan sebagainya.
100% found this document useful 1 vote2K views13 pagesDescriptioni hope you enjoy itCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote2K views13 pagesIPA Dan Teknologi Masa DepanJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Ilmu Pengetahuan Alam dan TeknologiIlmu Pengetahuan Alam dan TeknologiMuhamad Ihsanul FaadilIlmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam natural science, merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang essensial saja.
Oleh Prof Johana E Prawitasari PhD Program Studi Psikologi, Universitas Kristen Krida Wacana, JakartaKEMAJUAN teknologi telah terjadi saat ini. Salah satu wujud dari kemajuan tersebut adalah penggunaan mesin atau robot berteknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence AI. Di samping itu, bioteknologi dan teknologi informasi IT pun berkembang pesat. Namun, benarkah mesin, robot, dan IT membuat hidup manusia lebih mudah? Apakah perilaku manusia perlu berubah mengikuti kemajuan teknologi? Sistem di luar manusia seperti apakah yang dibutuhkan untuk saat ini dan masa depan? Tulisan ini menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sekaligus memaparkan plus dan minus kemajuan teknologi untuk kemanusiaan. Guna mempelajari hubungan teknologi dan perilaku manusia, pendekatan baru pun diperlukan. Baru-baru ini, keilmuan Teknologi Perilaku ditawarkan sebagai pendekatan baru dalam ilmu pengetahuan perilaku. Keilmuan baru tersebut diharapkan segera dikembangkan pada universitas-universitas di Indonesia dengan kolaborasi bersama sektor industri. Teknologi saat ini Sebelum membahas lebih jauh tentang Teknologi Perilaku, mari kita simak ilustrasi antara teknologi dan perilaku manusia di masa depan yang ditulis oleh Olle Häggstörm dalam bukunya, Here be Dragons Science, Technology, and the Future of Humanity Oxford University Press, 2016. Dari judulnya saja, kita sudah diberi gambaran terkait wilayah yang tidak kita kenal dan berbahaya. Pasalnya, terdapat naga yang digambarkan mampu menyembur api. Seperti diketahui, naga merupakan mitologi atau monster yang dipercaya oleh sebagian masyarakat, tapi tidak ada buktinya. Pada buku novel tersebut, Häggstörm mengingatkan tantangan di balik kelebihan temuan-temuan teknologi baru, seperti rekayasa genetika dan kemajuan di dunia medis. Ia pun mengingatkan risiko yang mungkin muncul akibat perkembangan teknologi. Jangan sampai kemanusiaan punah akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, begitu kira-kira yang ingin ia sampaikan. Profesor matematika itu menulis tentang angkasa luar untuk melebarkan dunia. Dia menceritakan makhluk ruang angkasa dalam hubungannya dengan kehidupan di Bumi. Makhluk ini jauh lebih menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kerja sama antara manusia dan makhluk tersebut diceritakan dalam bukunya itu. Saat ini, manusia sudah bersiap-siap untuk berkoloni di ruang angkasa, khususnya kemungkinan tinggal di Planet Mars. Sudah ada prototipe kendaraan besutan perusahaan Tesla yang akan digunakan di planet itu. Bahkan, organisasi privat di Belanda mulai membuka penawaran kepada orang-orang untuk bermukim di sana. Menilik berbagai fenomena tersebut, apakah yang ditulis Häggstörm dalam bukunya kemungkinan menjadi nyata? Dalam keseharian, kemajuan teknologi membuat hidup manusia lebih nyaman. Dulu, tidak ada telepon genggam dengan berbagai aplikasinya. Muncul pula ekonomi baru. Kehadiran internet pun memungkinkan transaksi secara daring. Di bidang medis, kemajuan bioteknologi terlihat jelas. Ada ultrasonography USG yang dapat menghasilkan citra janin dalam kandungan. Electroencephalography EEG digunakan untuk merekam otak secara elektronik. Magnetic resonance imaging MRI dikembangkan untuk melihat citra dan ketepatan fungsi otak. Di samping itu, ada pula alat röntgen untuk gigi yang sangat kecil. Citra digital langsung terlihat di layar monitor. Dokter gigi dapat langsung menggunakannya sebagai pemandu perawatan gigi pasien pada saat itu juga. Masih banyak lagi pemeriksaan medis yang dapat dilakukan menggunakan alat-alat bantu tersebut. Meski demikian, kehadiran teknologi tersebut tidak hanya memberikan manfaat positif. Teknologi juga membawa dampak negatif. Teknologi canggih pada dunia kesehatan, misalnya, membuat tenaga medis seolah-olah melupakan kepekaan klinis sehubungan dengan kebutuhan pasien. Semua jadi bergantung pada alat dan mesin. Padahal, pasien sering lebih membutuhkan pelayanan penuh sentuhan kemanusiaan. Oleh karena itu, tenaga medis perlu meningkatkan kemampuan komunikasi antarmanusia. Di situlah, hasil penelitian ilmu sosial dan perilaku berguna di dunia medis. Contoh lain yang bisa diambil adalah tindakan transplantasi organ. Saat ini, telah tersedia cangkok organ yang berasal dari hewan. Ada binatang tertentu mempunyai deoxyribonucleic acid DNA yang kompatibel dengan manusia. Ada penyekat bilik jantung berasal dari organ binatang tersebut. Dengan persiapan tertentu, organ tersebut dapat dicangkokkan pada tubuh manusia. Namun, apakah semua orang, bila betul-betul membutuhkan, bersedia dicangkoki organ hewan tersebut? Belum tentu. Sebab, ada keyakinan agama tertentu yang melarang penggunaannya. Bentuk teknologi terkini lainnya adalah alat berupa cip yang dapat disisipkan ke dalam otak. Fungsi kerja bagian otak yang rusak dapat digantikan oleh alat tersebut. Salah satunya, untuk perawatan penyakit parkinson. Gerakan yang biasanya tak terkendali menjadi terkelola dengan bantuan cip tersebut. Penanganan ini tentu memerlukan pemeriksaan saksama tentang kemungkinan dampak sampingnya. Ada persyaratan bahwa hanya pasien parkinson tanpa gangguan mental yang dapat menggunakan metode perawatan Semua kemajuan teknologi tersebut membuat kita bertanya kembali tentang hal-hal mendasar. Apakah kemanusiaan itu? Manusia adalah mamalia yang punya inteligensi. Manusia punya otak yang sangat rumit dan bekerja tanpa henti. Kemanusiaan merupakan kerumitan manusia yang unik ketimbang makhluk hidup lainnya di Bumi. Salah satu ciri khas manusia adalah emosi. Marah, sedih, senang, dan takut merupakan emosi dominan dalam hidup manusia. Semua emosi itu dibutuhkan untuk bertahan hidup. Pada umumnya, hanya emosi senang yang dinilai positif. Emosi lain kerap dianggap negatif. Seolah-olah, emosi lain tidak berguna. Padahal, semua emosi dibutuhkan saat berhubungan dengan manusia lain. Selain emosi, ciri khas kemanusiaan adalah cinta. Cirinya adalah kasih sayang, simpati, empati, nurani, identitas diri, dan citra tubuh. Semua itu terbina sejak manusia lahir ataupun saat masih dalam kandungan. Ciri khas itu dapat dialihpindahkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Budaya yang merupakan ciptaan manusia juga menjadi ciri khas kemanusiaan. Berbagai seni pertunjukan merupakan kreasi manusia. Tari dan sandiwara, baik tradisional maupun modern, tercipta oleh imajinasi manusia. Seni kriya dan alat rumah tangga tercipta melalui tangan manusia. Primata mempunyai tangan, tetapi tidak digunakan untuk mencipta. Mereka menggunakan tangan, hanya sebatas untuk bertahan hidup. Dok. Shutterstock Pertunjukkan tari topeng khas Indonesia Selain seni, kebutuhan yang menyangkut kepatutan sebagai manusia berbudaya juga turut tercipta. Berbagai makanan, pakaian, penataan ruang, dan seterusnya merupakan tanda eksistensi kemanusiaan. Apakah kemajuan teknologi dapat mendukung atau menghapus semua itu? Justru kita perlu memanfaatkan kemajuan teknologi dan meminimalkan dampak buruknya. Hanya saja, kemajuan teknologi begitu cepat berubah. Apakah manusia siap untuk berubah secara cepat pula? Untuk itu, perlu ada kerja sama antara teknologi dan ilmu pengetahuan perilaku. Pendekatan ini sedang disiapkan oleh berbagai universitas terkemuka di dunia. Perilaku manusia dapat dibentuk menjadi lebih terarah secara sistemik menggunakan teknologi. Kinerja prima sesuai tujuan organisasi pun dapat diwujudkan. Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Apakah dunia akademinya sudah siap mengembangkan teknologi perilaku? Teknologi perilaku Model ilmu pengetahuan rekayasa perilaku sudah lama dikembangkan. Salah satunya tertuang dalam Behavioral Engineering Model yang dikembangkan oleh Thomas F Gilbert. Penjelasan mengenai model ini dapat ditemukan dalam bukunya yang bertajuk Human Competence Engineering Worthy Performance McGraw-Hill, 1978. Adapun model tersebut didasarkan pada teori behaviorisme radikal yang diciptakan salah satu tokoh besar psikologi, B F Skinner. Gilbert merupakan seorang profesor yang lebih visioner ketimbang menjadi pengusaha. Koleganya yang juga seorang mahasiswa terakhir Skinner di Harvard, Carl Binder, lebih piawai dalam memasarkan konsep-konsep tersebut. Binder menyebarluaskan model yang diciptakan oleh Gilbert. Ia pun sukses membuat hasil penelitiannya menjadi komersial. Fluency Building Instructional dan metodologi pengiraan diciptakan untuk diterapkan dalam organisasi dan industri. Ia juga menjadi pionir knowledge management. Behavioral Engineering dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Seperti Skinner, Gilbert menyebutkan bahwa lebih penting mengatur lingkungan daripada perilaku perorangan. Matriks berikut menggambarkan model tersebut. Dok. Ukrida Matriks Behavioral Engineering ModelSebagai mahasiswa terakhir Skinner, Binder menguraikan pengaturan lingkungan dalam matriks itu. Organisasi menyediakan ketiga variabel yang ada dalam Behavioral Engineering Model. Bila mengacu pada Binder, percuma saja berinvestasi pada motivasi dan kesukaan orang. Hasilnya tidak akan menjadi seperti yang diharapkan. Kecukupan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari memang penting. Setelah itu, kebutuhan sekunder dapat terpenuhi, seperti kebutuhan untuk berprestasi. Perlu pengelolaan variabel lingkungan untuk kinerja prima. Universitas di Indonesia perlu mengadopsi model Behavioral Engineering Model dan menyesuaikannya dengan istilah teknologi perilaku. Adaptasi dapat dilakukan di berbagai aspek. Kerja sama dengan dunia industri mutlak dibutuhkan. Pemahaman perilaku manusia yang bisa dikawinkan secara humanis dengan teknologi terkini perlu disamakan. Penggunaan teknologi terkini pada lingkungan yang tepat diharapkan membuat kinerja individu lebih efektif. Teknologi perilaku menyediakan pendekatan baru dalam pengelolaan lingkungan tersebut. Dok. Shutterstock Ilustrasi naik-turun Penutup Sisi positif dan negatif tentang kemajuan teknologi telah disampaikan. Kapan robot digunakan dan kapan kemanusiaan ditonjolkan perlu dipertimbangkan kembali. Teknologi perilaku merupakan “perkawinan” antara kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan perilaku yang berguna untuk pengelolaan lingkungan. Tambahan Binder dan Model Gilbert digunakan sebagai landasan teori. Rancangan penelitian operasional menjadi kunci keberhasilan perubahan lingkungan. Capaiannya adalah kinerja prima dalam tiap organisasi untuk berkembang bersama.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pada era digital yang terus berkembang, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern kita. Inovasi terus muncul, merubah cara kita berkomunikasi, bekerja, bermain, dan bahkan mempengaruhi cara kita berpikir. Perkembangan teknologi telah membawa dampak signifikan bagi masyarakat di seluruh dunia. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi beberapa perkembangan teknologi terkini dan dampaknya terhadap masyarakat. Pengaruh Teknologi di Bidang KomunikasiDampak positif teknologi sangatlah besar. Salah satu aspek yang paling terasa adalah kemajuan dalam bidang komunikasi. Dulu, komunikasi jarak jauh terbatas pada telepon dan surat. Namun, dengan kemunculan internet dan media sosial, komunikasi menjadi lebih cepat, mudah, dan global. Sekarang kita dapat berinteraksi dengan orang di seluruh dunia hanya dengan beberapa ketukan jari. Informasi dapat dengan cepat disebarkan dan dibagikan, memungkinkan masyarakat untuk tetap up-to-date dengan perkembangan terkini. Namun, perkembangan teknologi juga memunculkan tantangan baru. Misalnya, dengan penyebaran berita palsu dan informasi yang tidak diverifikasi, masyarakat harus menjadi lebih kritis dalam menyaring informasi yang diterima. Selain itu, kecanduan media sosial juga menjadi masalah yang perlu ditangani dengan bijak. Pengaruh Teknologi di Dunia PendidikanTeknologi juga telah merevolusi dunia pendidikan. Sekarang, siswa dapat mengakses informasi dan sumber belajar secara online dengan mudah. Teknologi juga memungkinkan pembelajaran jarak jauh, mengatasi batasan geografis, dan membuka pintu bagi pendidikan inklusif. Dengan bantuan teknologi, kita dapat mengakses kursus online, tutorial, dan sumber daya pendidikan lainnya yang sebelumnya sulit tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi juga menghadapi tantangan yang perlu diatasi di masa depan. Salah satu tantangan utama adalah keamanan data. Dalam era digital ini, data pribadi kita sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan pencurian. Keamanan siber menjadi isu yang mendesak, mengingat meningkatnya serangan siber yang bertujuan mencuri informasi berharga dan merusak infrastruktur yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan Perkembangan teknologi juga telah mengubah industri transportasi. Inovasi seperti mobil listrik, kendaraan otonom, dan aplikasi berbagi kendaraan telah memperbaiki efisiensi transportasi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Mobil listrik membantu mengurangi polusi udara, sedangkan kendaraan otonom berpotensi mengurangi kecelakaan lalu lintas akibat kesalahan itu, aplikasi berbagi kendaraan seperti Gojek dan Grab, telah mengubah cara orang bepergian. Dengan aplikasi ini, orang dapat dengan mudah memesan transportasi dan berbagi perjalanan dengan orang lain juga dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan dan Produktivitas dan Efisiensi 1 2 Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
ilmu alamiah dan teknologi masa depan